Selama ini
tidur telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, seperti halnya bernapas atau
makan. Diperkirakan sepertiga hidup manusia dihabiskan untuk tidur. Jika kita
hidup sampai usia 78 tahun, 26 tahun waktu kita dipakai untuk tidur!
Meski begitu, ternyata ada sebagian orang yang fobia pada tidur atau
istilahnya clinophobia. Istilah ini berasal
dari bahasa Yunani, klinein, yang
berarti melipat, landai, atau melereng, yang salah satunya terjadi ketika
tidur, dan phobos, berarti takut.
Clinophobia atau ada juga yang menyebutnya somniphobia adalah ketakutan yang berlebihan dan tidak rasional pada tidur. Orang yang mengalaminya takut pada tidur itu sendiri atau apa yang mungkin terjadi ketika ia tertidur. Sebut saja takut mimpi buruk, takut mengompol, atau takut berhenti napas saat tidur.
Tak sedikit juga orang clinophobia yang
mengatakan bahwa mereka akan mati ketika tertidur karena orang yang sedang
tertidur terlihat seperti orang yang sudah meninggal.
Seperti halnya fobia lain, orang yang menderita clinophobia mungkin pernah mengalami pengalaman
traumatis yang diasosiasikan dengan kegiatan tidur. Contohnya, ketika kecil,
mereka sering mimpi buruk atau ada keluarganya yang meninggal saat tidur.
Gejala clinophobia berbeda pada
setiap orang. Sebagian besar berusaha menghindari tidur, tetapi ada juga
yang bisa tidur tetapi terbangun beberapa kali dalam semalam karena merasa
tidak nyaman. Biasanya, ketika dipaksa untuk tidur, mereka akan panik, dada
berdebar kencang, atau gemetar.
Mengingat pentingnya fungsi tidur dalam kesehatan manusia, sudah tentu
orang clinophobia akan mengalami gangguan fungsi tubuh, mengantuk, kelelahan,
tidak fokus, bahkan rentan sakit.
Teknik relaksasi, meditasi, atau hipnoterapi biasanya bisa membantu
menghilangkan rasa takut berlebihan ini.
Fobia bukan saja ketakutan yang berlebihan, namun
kadang ketakutan yang tidak rasional. Ketakutan akan objek atau situasi yang
tidak menyenangkan tersebut menyebabkan serangan panik dan timbul kecemasan yang
akut. Fobia ini biasanya dimulai sejak kanak-kanak atau saat remaja.
Selain fobia tidur, fobia yang banyak dialami orang
adalah ketinggian, ruang gelap, laba-laba atau lainnya. Tapi ada orang yang
mengidap fobia yang tak masuk akal seperti takut uang.
Diberitakan dari FoxNews, ada beberapa fobia yang
sangat aneh dan tidak masuk akal:
1. Takut Drakula (Sanguivoriphobia)
Ini adalah fobia atau takut pada si pemakan darah
alias drakula. Meski ceritanya fiksi, pengidap fobia ini akan sesak napas,
ketakutan dan menjadi panik saat tiba-tiba memikirkan atau terlintas cerita
drakula.
2. Takut Jumat Tanggal 13 (Friggartriskaidekaphobia)
Mitos Jumat tanggal 13 sudah begitu banyak membuat
orang takut. Hari itu dianggap sebagai hari sial. Penderita fobia ini akan begitu
tertekan dan ketakutan akan mengalami musibah setiap Jumat tanggal 13.
3. Takut Uang (Chrometophobia)
Ketakutan ini dianggap paling aneh karena bisa
mengganggu kehidupan orang. Penderita fobia ini melihat uang adalah sumber
masalah yang akan menyengsarakan.
4. Takut dengan Orang Muda (Ephebiphobia)
Melihat orang muda bagi penderita fobia ini adalah
musibah karena anak muda dianggap tidak bisa dipercaya, suka membunuh,
mengancam jiwa dan kedudukan mereka. Orang-orang seperti ini akan menghindari
keramaian seperti mall atau bioskop.
5. Takut Tidur (Somniphobia)
Meski lelah penderita fobia ini memilih tidak tidur
hingga akhirnya tertidur sendiri tanpa sadar. Tidur menurut penderitanya akan
membuat mereka mati alias tidak bangun lagi, seperti yang telah dipaparkan
sebelumnya.
Beberapa jenis fobia lain yang tak masuk akal adalah:
1. Ablutophobia, takut mandi.
2. Anthrophobia, takut dengan bunga.
3. Bibliophobia, takut membaca buku.
4. Bromidrosiphobia, pusing mencium bau badan.
5. Caligynephobia, tidak percaya diri bila bertemu dengan perempuan, apalagi
seorang perempuan yang cantik atau menarik.
6. Catoptrophobia, takut melibat bayangan di cermin.
7. Chaetophobia, ngeri dengan rambut.
8. Chronomentrophobia, takut dengan jam.
9. Cibophobia, takut dengan makanan.
10. Enetophobia, takut melihat peniti.
11. Geliophobia, seram mendengar suara orang tertawa.
12. Graphophobia, takut melihat tulisan.
13. Heliophobia, takut matahari.
14. Lachanophobia, tidak suka makan sayur mayur.
15. Melophobia, takut mendengar musik.
16. Ommetaphobia, ngeri melihat mata.
17. Papyrophobia, takut dengan kertas.
18. Peladophobia, takut melihat orang botak.
19. Pluviophobia, takut hujan.
20. Pogonophobia, geli dengan jenggot.
21. Scolionophobia, takut pergi ke sekolah.
22. Soceraphobia, ngeri dengan mertua.
23. Triskadekaphobia, takut dengan angka tiga belas.
24. Vestiphobia, tidak mau memakai baju.
Peneliti mempelajari bagian tertentu dari otak yang
terlibat pada ketakutan fobia ini. Dan ternyata fobia disebabkan oleh kombinasi
antara faktor biologi dan kejadian dalam kehidupan, yang dipengaruhi oleh gen
seseorang dan gaya hidup.
Orang fobia lebih banyak menghindari sumber
ketakutannya tapi sebenarnya diperlukan perawatan untuk melawan takut yang
berlebihan. Padahal menghindari sesuatu yang ditakutkan tidak akan
menyelesaikan permasalahan.
Rata-rata fobia yang dialami bisa disembuhkan meski
diakui tak ada satu pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan semua fobia.
Dalam beberapa kasus, penyembuhan fobia dilakukan melalui kombinasi perawatan.
Ada beberapa perawatan utama untuk mengatasi fobia,
yaitu:
1. Terapi berbicara.
2. Terapi pemaparan diri (Desensitisation).
3. Menggunakan obat-obatan seperti antidepresan, obat penenang dan
beta-blocker.

Posting Komentar